Prodi Ekonomi Syariah STAIMAS Wonogiri dan Fatoni University Thailand Bahas Peluang Ekonomi Halal bagi Generasi Muda
WONOGIRI – Membuka wawasan mahasiswa tentang peluang ekonomi halal di tingkat global, Program Studi Ekonomi Syariah (Prodi ES) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri berkolaborasi dengan Fatoni University, Thailand, menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Youth and Halal Economy pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Prodi ES STAIMAS Wonogiri ini menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus penguatan jejaring akademik lintas negara.
FGD yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan enam mahasiswa sebagai panelis, masing-masing tiga orang dari STAIMAS Wonogiri dan Fatoni University. Diskusi dipandu oleh Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah, Hasbi, S.E., M.E., dengan melibatkan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi sebagai audiens.
Ketua Prodi Ekonomi Syariah STAIMAS Wonogiri, Indra Setiawan, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman international exposure kepada mahasiswa. Melalui forum tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memperluas perspektif, meningkatkan kepercayaan diri dalam berdiskusi lintas budaya, serta memahami perkembangan ekonomi halal di tingkat internasional.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas beragam isu strategis, mulai dari tren produk dan gaya hidup halal di kalangan anak muda, peluang kewirausahaan, pemanfaatan teknologi dan media sosial, hingga tantangan sertifikasi halal bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Para panelis juga mendiskusikan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda agar mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah.
Mahasiswa STAIMAS Wonogiri menyoroti besarnya peluang industri halal di Indonesia, khususnya pada sektor kuliner, fesyen muslim, dan kosmetik. Meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap gaya hidup halal dinilai menjadi peluang bagi tumbuhnya usaha kreatif dan inovatif.
Sementara itu, mahasiswa Fatoni University berbagi perspektif mengenai perkembangan wisata halal di Thailand, termasuk penyediaan fasilitas ramah muslim dan dukungan sertifikasi halal. Pertukaran pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia dan Thailand memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran bersama dan kolaborasi lintas negara.
Meski memiliki karakteristik pasar yang berbeda, kedua kelompok panelis mengidentifikasi tantangan yang relatif serupa, terutama akses sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Karena itu, penguatan literasi halal, pemanfaatan teknologi digital, dan dukungan perguruan tinggi menjadi aspek penting dalam membangun ekosistem ekonomi halal yang inklusif dan berdaya saing.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan mahasiswa terhadap peluang ekonomi halal secara global, sekaligus mempererat jalinan kerja sama akademik antara STAIMAS Wonogiri dan Fatoni University,” ujar Indra.
Pada sesi tanya jawab, audiens berkesempatan menyampaikan pertanyaan langsung kepada para panelis. Kegiatan kemudian ditutup dengan rangkuman hasil diskusi oleh moderator dan sesi foto bersama.
Melalui FGD ini, STAIMAS Wonogiri berharap interaksi akademik dengan Fatoni University dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kolaborasi. Selain memperluas wawasan internasional, kegiatan ini diharapkan mendorong mahasiswa menjadi generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap mengambil peran dalam pengembangan ekonomi halal di kawasan Asia Tenggara.