Stadium General di STAIMAS, Wabup Wonogiri Ingatkan Kecerdasan Harus Berpijak pada Moral
WONOGIRI – Kecerdasan tanpa moral berisiko melahirkan penyalahgunaan. Di tengah derasnya transformasi zaman, generasi muda tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter kuat, kejujuran, dan prinsip hidup. Pesan inilah yang disampaikan Wakil Bupati Wonogiri, Imron Riskyarno, dalam Stadium General Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri, Rabu (14/10/2026), di Aula Kampus STAIMAS.
Mengusung tema “Merawat Peradaban di Tengah Transformasi dengan Membangun Generasi Berilmu, Berkarakter, dan Adaptif”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami peran strategis generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai moral dan kemanusiaan.
Imron menegaskan bahwa kecerdasan harus berjalan beriringan dengan moralitas. Menurutnya, kejujuran dan keteguhan prinsip merupakan fondasi penting agar ilmu dan kemampuan yang dimiliki tidak disalahgunakan. Ada dua prinsip hidup yang benar-benar dipegang Imron yaitu jangan pernah ingkar janji dan jangan pernah menyakiti orang.
“Cerdas dengan moral itu bisa kita terapkan dengan bersikap jujur dan memiliki prinsip. Kecerdasan tanpa kejujuran dan prinsip hanya akan melahirkan penyalahgunaan,” tegas Imron.
Ia mengajak mahasiswa menjadikan nilai-nilai moral sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal ilmu, karakter, dan kemampuan beradaptasi, generasi muda diharapkan tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi turut mengambil peran dalam membangun masyarakat dan merawat peradaban.
Sebelumnya, Pembina Yayasan Karya Emas Center (YKEC), Hj. Endang Maria Astuti, S.Ag., S.H., M.H., menegaskan bahwa pembentukan generasi berilmu, berkarakter, dan adaptif merupakan tujuan penting pendidikan tinggi. Namun, tantangan saat ini bukan hanya mencetak generasi yang cerdas, melainkan juga memastikan kecerdasan tersebut disertai tanggung jawab moral.
“Cerdas itu harus bermoral, karena sekarang banyak sekali terjadi penyalahgunaan kecerdasan tanpa moral,” ujarnya.
Menurut Endang, ilmu pengetahuan harus menjadi bekal untuk membangun pribadi yang berkualitas sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Pendidikan, dengan demikian, tidak cukup berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk integritas dan karakter mahasiswa.
Sementara itu, Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STAIMAS Wonogiri, Sugiyanto S.E., M.Si menjelaskan bahwa pendirian STAIMAS berangkat dari tekad menghadirkan perguruan tinggi Islam yang dapat diakses masyarakat Wonogiri. STAIMAS berada di bawah Yayasan Karya Emas Center.
Ia berharap STAIMAS terus berkembang sebagai ruang pendidikan yang melahirkan lulusan berlandaskan nilai-nilai keislaman, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan daerah.
Stadium General ini menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan siap menghadapi perubahan.
Bagi mahasiswa STAIMAS, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan bukan semata-mata diukur dari gelar akademik, melainkan juga dari integritas, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, STAIMAS berharap mahasiswa mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, memperkuat karakter, dan meningkatkan kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman. Sebab, merawat peradaban bukan hanya tentang mengikuti perkembangan zaman, melainkan juga memastikan bahwa setiap perubahan tetap berpijak pada ilmu, moral, dan kemaslahatan bersama.